Kembali Rumah Retreat "Alamanda", digunakan sebagai tempat untuk Pertemuan Para Rektor/Pembina Seminari Tinggi, Seminari Menengah dan Tahun Rohani Regio IV yang mencakup area Manado, Ambon, Makasar dan Papua. Demikian P. Fecky Singal, Pr, rektor Seminati Xaverium Kakaskasen, Tomohon menyampaikannya kepada pengelola Rumah Retreat. Menurut data, Regio IV (MAMPU= Makasar,Ambon, Manado, Papua) memiliki 2 Seminari Tinggi, 2 Tahun Rohani dan 10 Seminari Menengah. Diperkirakan yang akan hadir dalam pertemuan tersebut berjumlah 25 peserta, sudah termasuk panitia setempat dari Keuskupan Manado, Komisi Seminari. Acara ini merupakan salah satu program dari Komisi Seminari KWI, ungkap Pastor Fecky. Untuk mempersiapkan acara tersebut, peserta sudah diberitahukan agar membawa jaket atau sweater agar tidak kedinginan saat berada di Rumah Retreat Alamanda yang memiliki ketinggiaan 1000 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 15 derajat Celsius. Rekreasi Bersama Di samping rapat, diskusi dan penyerapan materi yang dipandu oleh Bapak Sandiwan Suharto, dari Jakarta, para romo formatores juga mengadakan refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat wisata dan edukasi. Selepas makan siang rombongan bergerak menuju ke Vihara Pagoda di Kakaskasen. Setelah itu menuju ke SMA Lokon St. Nikolaus, boarding school dan rintisan sekolah bertaraf International (SBI). Setiba di sekolah itu, rombongan disambut oleh Kepala Sekolah Bp. Max Imbang dan diantar keliling melihat-lihat kampus sekolah, antara lain perpustakaan, Asrama, Refter dan foto bersama. Dari sekolah itu, rombongan menuju ke Bukit Kasih, Kanonang. Yang menarik dari tempat wisata ini adalah air panas gunung yang dipakai untuk memasak milu (jagung), telur dan tempat ibadat lima agama besar Indonesia. Rombongan berhenti sejenak untuk mencicipi milu dan minuman. Kemudian perjalanan diteruskan menuju ke Danau Linow. Danau ini terkenal dengan danau berwarna karena air danau yang mengandung sulfur terkena sinar matahari. Konon danau ini sudah terkenal sejak jaman Jepang. Maka tak heran kalau banyak turis berdatangan ke tempat ini. Dari danau, rombongan menuju ke Woloan, tempat pembikinan rumah kayu khas Minahasa, yang dieksport ke luar negeri. Selesai melihat-lihat, lalu menuju ke Alamanda Retreat. "Di sini udaranya segar. Pemandangannya indah dan hijau. Apalagi kalau sempat ke Jalan Salib di JSSM juga mempesona karena adegan per adegan di setiap perhentian mengekspresikan betapa berat penderitaan yang dialami oleh Tuhan kita Yesus Kristus." ungkap Pastor Rudyanto SJ, Rektor Seminari Wacana Bhakti, Jakarta. "Saya kagum dengan pemrakarsanya. Beliau sungguh mempunyai ketulusan hati untuk membangun demi anak cucu bangsa Indonesia Timur dengan menyediakan fasilitas sekolah, tempat ziarah, tempat wisata dan kepedulian akan lingkungan." cetus Bapak Sandiwan, pimpinan perusahaan Majalah Hidup, Jakarta. Ibadat Jalan Salib & Misa PenutupanPara Romo mengadakan ibadat jalan salib pada pagi hari (4/9) pukul 05.30 saat matahari keluar dari balik gunung Mahawu. Siang hari para romo akan mengadakan misa penutupan di Seminari Menengah Xaverius, Kakaskasen bersama dengan para seminaris. Selamat jalan para formatores semoga apa yang sudah dibicarakan, dilihat, dialami dan dirasakan akan membawa hasil yang maksimal bagi para seminaris. (***)
|  | Mgr Pujo di depan Keuskupan Bandung. |
|  | Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Kanjeng Ratu Hemas datang ke Rumah Retret Alamanda atas undangan FMKI Manado untuk memberi ceramah tentang Kebangsaan dan Pemimpin Bangsa yang akan datang. |
|  | Sebelum prosesi ke tempat Upacara Pembukaan di Sporthall, peserta berkumpul di dormitorium Asrama Putra SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon dengan mengenakan pakain khas daerah masing-masing. |
 Tomohon - Seperti diketahui bahwa pada tanggal 27 - 29 Juni 2008 akan dilangsungkan Kovenda V Kharismatik Propinsi Gerejawi Sulawesi dan Maluku, di kompleks SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon. Perhelatan yang cukup besar ini mengusung tema "Sepikir dan Seperasaan dengan Gereja". Peserta akan diajak menggagas tema aktual yaitu "Kamu adalah kawan sekerja Allah di ladang-Nya" (1 Kor 3:9). Menilik rangkaian acara yang sudah disusun oleh panitia, penjabaran tema tersebut dimulai dari sebuah pertanyaan refleksif yang menggelitik setiap peserta. Sebagai umat yang setiap hari bergumul dalam lingkup paroki dan keuskupan, apakah peranan saya sebagai anggota PDKK di dalam gereja/paroki? Uniknya, yang bertanya dan menyampaikan refleksi adalah para Gembala Umat yaitu Bapak Uskup sendiri. Apapun jawabannya itulah dinamika kehidupan beriman yang ada dan terjadi saat ini. Semangat "paguyuban" para rasul pada gereja perdana tentu menjadi cermin bagi angota PDKK. Atau ada yang lain? Peran dan fungsi setiap anggota dalam konteks hidup menggereja tentu bukan tanpa modal sedikitpun. Spiritualitas Kharismatik Katolik adalah salah satu jawabannya. Semangat atau roh apa dan bagaimana pengejawantahannya dalam hidup dan kehidupan sehari-hari menjadi pijakan rentan apabila dibiarkan liar tanpa arah pada Kristus sendiri. Untuk itu, "Historis Theologis Pentacostalisme" akan disampaikan untuk menggugah semangat berkharismatik di tengah globalisasi saat ini. Kahadiran PDKK memang dirasakan sangat fenomenal di kalangan umat Paroki. Ada kultur berbeda antara umat di paroki kota dan di luar kota ketika "pujian dan penyembahan" dipentaskan dalam kemasan Kebangunan Rohani Katolik (KRK). Dengan tidak bermaksud membuat dikotomi, antusiasme umat memang berbeda satu sama lain jika ditilik dari kehadirannya. Indikasi ini tentu menjadi bahan pembicaraan dalam kepemimpinan rohani dan karunia Sabda Pengetahuan yang akan diolh pada hari kedua. Bagaimana dengan peranan kaum muda dalam peristiwa besar ini. Nampaknya partisipasi kaum muda atau muda-mudi mendapat tempat yang cukup banyak. Di antaranya pada saat kebangunan rohani dan acara khusus untuk mereka. Perhelatan besar ini sekali lagi untuk menjawab "Sentire Cum Ecclecia". Semoga pada akhir acara semua yang hadir menyadari dan mengejawantahkan "Kamu adalah kawan sekerja Allah di ladang-Nya"......
|  | Minggu, 1 Juni 2008, sore hari, iringan kendaraan duta besar Vatikan, Mgr. Leopoldo Girelli, Uskup Manado, Mgr. Yosef Suwatan, MSC dan Walikota Tomohon, Jefferson SM Rumajar SE memasuki kompleks JSSM. Penyambutan dilakukan di dekat Amphiteater dengan musik oleh Marching Band SMA Lokon. Selanjutnya Duta Besar berkenan memberkati Gua Maria Sanctissima Mahawu dan menandatangani prasasti. |
| Start: | Jun 29, '08 05:00a | | End: | Jul 6, '08 |
Akhir Juni 2008 hingga awal Juli, kota bunga Tomohon akan menyelenggarakan acara akbar level Nasional. Dikemas dalam acara Tomohon Festival Flower (TFF) dan Tournament of Flower (TOF) serta Pameran Hortikultura. Karena tingkat Nasional diperkirakan ribuan orang dari luar Tomohon berdatangan ke kota sejuk ini.
| Start: | Jun 1, '08 4:30p | | Location: | Tomohon, Sulut |
Dalam rangka Yubileum 150 tahun penampakan Bunda Maria di Lourdes, Mgr. Leopoldo Girelli, Nuntius (Duta) Vatikan akan berkunjung ke Keuskupan Manado. Pada hari Minggu, 1 Juni 2008, Nuntius, setelah keliling MInahasa, Tondano, Walterus, Karmel, Seminari Kakaskasen, berkenan mengunjungi tempat doa dan ziarah Jalan Salib Suci Mahawu serta Kelong Garden di Tomohon pada sore harinya.
|  | Pada tanggal 20 Mei 2008, lokasi Bukit Doa Mahawu atau JSSM telah dipadati oleh para peziarah. Setelah mengadakan ibadat jalan salib dan doa di depan Gua Maria, kelompok peziarah melakukan berbagai macam kegiatan: rekoleksi, bible camp, dinamika kelompok, fun and games, misa dan ketinggalan makan bersama di hamparan rumput di bawah pohon rindang. Hampir dua ribu orang berkumpul di JSSM secara bergantian hari Selasa itu. |
|  | Bulan Mei adalah Bulan Maria. Banyak peziarah dari Makasar, Jakarta, Bandung datang untuk berdoa di Jalan Salib Suci Mahawu dan Gua Maria Sanctissima Mahawu. Peziarah dari Manado atau kelompok sekolah juga ada. |
Berikut ini hasil liputan Wisata Rohani kelompok WKRI Pamanukan Plus yang dipimpin oleh Pastor Franki Pitoy, PRManado - Bunaken - MinahasaHari pertama: setibanya di bandara Sam Ratulangi, Manado pukul 12.30 Wita, peserta yang berjumlah 17 orang langsung menuju ke rumah makan. Setelah makan, rombongan bergerak ke kota Pelabuhan Bitung untuk melihat Tarcius, kera kecil yang suka makan belalang. Binatang kecil ini dilindungi di Taman Nasional Tangkoko. Peserta kemudian makan malam di kota Manado sebelum check-in ke Hotel. Sesudah makan malam, peserta diberi kesempatan untuk jalan-jalan di boulevard Manado.
Hari Kedua: program hari kedua adalah melihat keindahan taman laut Bunaken yang sangat terkenal. Dengan menggunakan kapal "glass bottom boat" peserta bisa melihat biota laut yang sangat indah. Peserta juga bisa snorkeling yaitu berenang dilaut untuk melihat taman laut. Makan siang disiapkan di pulau Manado. Setelah seharian di pulau Bunaken, peserta kembali ke hotel untuk istirahat.
Hari Ketiga: Setelah check-out dari hotel di Manado, peserta diajak untuk berziarah dan berdoa di jalan salib suci mahawu di kota Tomohon. Sesampainya di JSSM, peserta masuk melalui pintu jalan salib. "via dolorosa" Yesus dilakukan dengan mengikuti patung-patung diorama dari perhentian pertama hingga empat belas. Kendati jalan menanjak, peserta akhirnya bisa sampai ke Gua Maria untuk berdoa dan menyampaikan ujub-ujub.
Dari JSSM, peserta bergerak ke Bukit Temboan, Rurukan dan terus ke Danau Tondano. Perjalanan diteruskan menuju ke Bukit Kasih dan Kawangkoan untuk merasakan ba'pao dan kacang khas minahasa. Sesudah itu peserta diajak ke Danau Linau, dana berwarna yang sangat menakjubkan. Arah perjalanan berikut adalah "chek-in" di penginapan Wisma YPL untuk mandi. Sekitar pukul 18.00, peserta bergerak ke Kelong Garden untuk Misa dan Makan Malam (minahasa food) serta Malam Gembira diiringi musik bambu khas Minahasa.
Hari ke Empat: setelah breakfast, peserta check out dan siap-siap menuju ke Bandara, Dalam perjalanan menuju ke airport, peserta diajak ke Desa Woloan, tempat pembuatan rumah kayu, dan mampir ke Karmel, Seminari Menengah, Seminari Tinggi Pineleng dan Makan Siang di Manado. Lalu dengan pesawat menuju ke Jakarta. (take off pkl 12.00).
Peserta merasa senang karena selain wisata juga bisa rekoleksi dan sharing kehidupan.
|  | Lokasi penginapan ini berada di komplek SMA Lokon St. Nikolaus, di Kakaskasen II, Tomohon. Udara sejuk pegunungan terasa di penginapan ini karena berada di kaki Gunung Lokon. Desain penginapan ini menggunakan standar hotel berbintang. Sudah banyak rombongan tour ziarah rohani dari Jakarta, Bandung dan Makasar sering menginap di tempat ini. |
|  | Setibanya Bandara Sam Ratulangi, Manado arahkanlah perjalanan anda ke kota Tomohon. Sesampainya di Kinilow, silahkan mengikuti jalur Lingkar Timur Tomohon, melewati jembatan Kinilow. Dari jembatan ini menuju ke pintu masuk JSSM hanya berkisar 7 menit (2 km). Jalan masuk ke lokasi JSSM ditandai dengan Pos Security. |
|  | Kamis, 1 Mei 2008. Untuk ke dua kalinya mendaki gunung Mahawu. Kali ini bersama turis dari Italy. Saat itu cuaca cerah. Kami bertiga berjalan dari tempat parkir menuju ke puncak hanya 15 menit. Kami juga mengelilingi kawah yang mulai kering. Berjalan di bibir kawah memakan waktu 20 menit. Dari puncak Mahawu, bisa melihat kota pantai Manado, Kota Tomohon, Danau Tondano. |
|  | Bunga Medinella ini banyak ditemukan di hutan Mahawu. Bunga berwarna pink ini mempunyai keunikan tersendiri. Didukung oleh cuaca yang sejuk, bunga ini bisa bertahan berbulan-bulan. Biasanya kalau berbunga serentak sehingga sangat indah dipandang. Bunga ini banyak ditanam di kompleks JSSM. Bahkan nama rumah Retret yang semula alamanda diganti "Medinella Retreat". |
| Start: | May 19, '08 10:00p | | End: | May 20, '08 |
(Booking di Alamanda Retreat) Peserta dari Gereja Kristus, Bitung. Jumlah 30 orang
| Start: | Jun 18, '08 | | End: | Jun 22, '08 |
Pelaksanaan acara di Alamanda Retreat, Kompleks Jalan Salib Suci Mahawu, Jl. Lingkar Timur Tomohon, Sulut
| Start: | Jun 16, '08 | | End: | Jun 21, '08 |
Agenda: Rapat Tahunan Komkat, Pertemuan Nasional Komkat, Malam Budaya.
| Start: | Jun 27, '08 | | End: | Jun 30, '08 |
Tema: "Sentire Cum Ecclesia" (Sepikir dan Seperasaan dengan Gereja), Subtema: "Kamu adalah kawan sekerja Allah di ladang-Nya" (1Kor 3:9) Tempat di Lokon. Narasumber: Mgr. J. Suwatan MSC, Pst. FX. Sukarno pr, Pst. Alex Suwandi pr, Pst. Notobudyo, pr, Pst. John Leftew.MSC, Bpk. Budi Suteja, Bp. Joseph Tedjaindra dll
History JSSM was born from sincerity. By the early 2003, Mrs. Mary Wewengkang and the Korompis-Wewengkang Families imagined a place where people could devote and pray in a quiet, silent and natural place. This place was then dedicated as an expression of gratitude to the Lord for His blessings to the families, especially for 60th birthday of Mrs. Mary, three years later. The 39 ha of family's private property in the foot of Mahawu's mountain was chosen for the prayers location. It is between 820 - 1021 meters above the sea level and it has the natural forest with a hilly land contour. The air temperature in general is 22 degrees Celsius. From the top of its hill we can view Tomohon city, Soputan Mountain, Lokon Mountain, the hills of Kinilow-Tinoor, Amurang Beach in the west side and the Manado Tua Mountain in the north. In September 2003 JSSM was built with a”back to nature spirit” and”nature conservation”. On September 18th 2005 Pastor Johanis Ohoitimur, MSC led the laying cornerstone ceremony of the JSSM chapel. Attending the ceremony were the families of Korompis-Wewengkang, Lokon Education Foundation (YPL) and the SENIOR HIGH SCHOOL of St. Nikolaus Lokon as well as other members of the community. The blessing and opening ceremony of the JSSM was carried out on September 14th 2006, at the Holly Cross celebration day and at the same time it was the 60th birthday of Ms Mary Wewengkang. The ceremony and Eucharist of JSSM were led by Mgr. Josef Suwatan MSC, the bishop of Manado and was accompanied by Mgr. John Liku Ada Pr, Archbishop of Makasar and Mgr. PC Mandagi MSC, bishop of Ambon. Also attending the ceremony were the families of Korompis-Wewengkang, Governor of North Sulawesi, Drs. SH Sarundajang and his wife, Major of Tomohon, Jefferson S.M. Rumayar SE, other Muspida elements, the Municipal Government, Pastor Raymond Wea from Fullerton, USA, priests, brothers, nuns, frater, seminarian and Catholic community from various place
For the detailed information, please read the book “Tafsir Makna Jalan Salib Suci” (Kajian atas Jalan Salib Suci Mahawu), or click www.mahawupilgrim.com Location of JSSM: The JSSM is located in the Kakaskasen II village, North Tomohon District, City of Tomohon, North Sulawesi Province. It is very easy to go to JSSM. If you go from Manado, as soon as you arrive at Kinilow bridge, take the left turn and take the East Ring Road. Not less than 2 km or 15 minutes from the bridge, you will soon arrive at the location. If you go from Tondano, take Matani intersection to the left, heading to Paslaten, then through the city garden, and then turn left to take the East Tomohon Ring Road. The distance is approximately 8 km.
 | Guestbook | |
 |
wah senangnya dari liburan.
salam dan Doa. |
 |
sekarang ada di semarang......menikmati liburan... |
 |
Mahawu - tempat aku di "Plonco" sewaktu bergabung dengan grup pencinta alam "JET-Jungle Exploration Team". SMP banget gitu ..hehehe. Emang sekarang Mahawu jadi tempat pariwisata apaan ?? Met kenal yaaa. |
 |
Broer/Zus, kita (skrg di Jkt) sudah lama disuruh mertua pindah ke Tomohon. Apa yg umumnya dikerjakan orang di sana (buat hidup)? Keliatannya guru/dosen ya? Apalagi? Makasih atas jwbnnya. Keren lho design tmpt retreatnya. Meng-adapt dari mana? |
 |
Mana dong foto pengelolahnya, kan kite2 pingin liat juga. Skali2 Owner ditampilkan juga lah, bukankah ini adalah hasil jerihpayah Owner dan Tim. Sukses selalu. Cerita Balut nanti nyusul, 'rumah blognya lagi di 'renovasi', hehehe |
 |
Hallo Stella, salam buat Bapak dan Mamak ya.....sma lokon habis terima tamu PKKI, terus ada kovenda kharismatik lalu TOF....aduh rame deh di sma lokon |
 |
Hallo, aku Stella anaknya Pak Ferry masih inget nggak? Anaknya bapak Ferry yang dari Lokon itu lho... Mampir dong ke blog ku di www.multiply.com |
 |
Hai, selamat baku dapa... Kita baru tau ada tampa (tempat) retreat / jalan salib dekat tomohon. Padahal ta pe papa mantu domisili sana... Jadi kepingin pigi... |
 |
Shallom....  |
 |
Shalom bacalah liputan kami tentang Gonjang-Ganjing Keluarga Katolik |
 |
hai , salam kenal,torang bertetangga, qt di kinilow.baru tau le kalo ada tempat bagus di kakasksn..hehe..maklum yaa...kalo sempat nanti qt mo bawa tamang2 or keluarga pi pasiar kasana. ok, deh...hv a nice weekend yaa...
Jane  Makase neh......kita tunggu ngana dan tamang-tamang pi ke tape tampa...ok salam balik..... |
 |
mas three, nanti jo kita usahakan kirim buku-buku cahaya pineleng untuk dipajang di kios buku jssm ya. sudah semakin dekat ya eventnya. sekali lagi selamat ya atas mp yang bagus ini. klop deh dengan jssm itu sendiri dalam kenyataan. |
| |